Kembali, Uang Perpisahan Sekolah Menuai Komentar Warga

oleh -244 views

KANALWARGA – Lagi-lagi soal uang perpisahan sekolah menjadi topik diskusi hangat di Grup WhatsApp Sapu Nyere Sabeungkeutan Kab. Sumedang.

Diawali komentar Iman Nurman yang mengatakan, intinya itu urusan pihak kepsek, yayasan (jika sekolah swasta) dan komite.

Jika guru, menurut Iman, tidak dilibatkan dalam besaran biaya perpisahan atau studi tour dan sebagainya.

“Pungli = iuran ditentukan besarannya. Sumbangan = besar iuran tergantung yang mau nyumbang,” kata Dudi Supardi.

Komentar pun di antaranya dilontarkan Momo Purnomo yang mengatakan harusnya kepsek dilibatkan karena menyangkut siswa-siswanya, tanggungjawab kepsek itu mengawasi, memberi ijin atau tidak suatu kegiatan yang melibatkan siswa atau muridnya, ini kan menyangkut, keamanan, keselamatan, manfaat bagi siswa dan sekolah.

“Jadi engak bisa asal kegiatan saja semuanya harus terorganisir biar jelas siapa yang bertanggungjawabnya,” ujar Momo.

Sementra, Hersa Santosa berpendapat bahwa itu sah saja digelar perpisahan, karena tidak setiap hari.

“Biarkanlah anak-anak kita bergembira dengan teman-temannya, yang kebiasaan tiap hari berpikir, berdiskusi dan bercanda gurau bersama-sama, yang tiba-tiba harus berpisah karena studinya sudah tamat,” ucap Hersa.

“Soal dananya biarlah pihak sekolah dan orang tua siswa yang menentukan,” kata Hersa.

Cecep Nazly berpendapat jika itu merupakan udunan yang juga dipertegas Nanang Sutisna seraya berharap semoga itu menjadi bahan evaluasi.

“Bahan renungan semua pihak,” ujar Asep Nurdin seraya ditambahkan Iwan Rahmat yang berucap jika dirinya hanya menyimak saja. ***