Penerapan New Normal saat Pandemi Corona

oleh -27 views

Penulis : dr. Hj. Ratih Tedjasukmana Dadang ( kasie kesga gizi dinkes dan pengendalian penduduk kab tasikmalaya, lulusan fk unpad 1990)

KIM Galunggung Info Santanamekar. Apa itu new normal dan bagaimana penerapannya saat pandemi corona?

New normal adalah skenario dunia yang diadaptasi oleh pemerintah Indonesia sebagai suatu sekenario untuk mempercepat penanganan covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi.

Ada 3 syarat yang harus dipenuhi untuk mengimplementasikan new normal di suatu daerah. Pertama, tidak menambah penularan maupun memperluas penularan atau semaksimalnya mengurangi penularan. Dengan syarat rasio angka reproductive number kurang dari 1. Menekan rasio sedemikian rupa atau rasio effective reproduction number.

Kedua, menggunakan indikator sistem kesehatan yakni seberapa tinggi adaptasi dan kapasitas sistem kesehatan bisa merespons untuk pelayanan covid-19. Standar 60 persen dari total kapasitas kesehatan misalnya dari 100 tempat tidur, 60 tempat tidur untuk covid-19 atau kapasitas sistem kesehatan yang terukur.

Terakhir, surveilans atau tes masif cr untuk menguji sso atau kerumunan. Apakah dia berpotensi covid-19 atau tidak?

Di indonesia baru 743 orang per 1 juta yang sudahh dites masif atau sudahh 202.936 yang dites. Target yang dites next 1838 per 1.juta penduduk. Suatu daerah bisa pelonggaran psbb bila rasio kurang dari 1 selama 14 hari.

Menurunnya nilai rasio bukan berarti virus hilang tapi virusnya bisa kita kendalikan. Sekarang rasio 1.17 secara nasional. Ada protokol new normal dr kemenkes no hk 01. 07 /menkes/328/2020 tentang panduan pencegahan dan pengendalian covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha dalam situasi pandemik.