Menatap Nusantara dari Cikubang

oleh -155 views

Rumah Papua, demikian rumah ini diberi nama. Menempati kamar depan dari rumah yang ditinggali Pak Kosim, istri, dan putranya ini, sampai tiga bulan ke depan, saya melakukan fieldwork untuk riset disertasi dan live in di kampung ini.

Tembok depan rumah-rumah lama di Dusun Cikubang, Pangandaran, ini digambar sesuai atribut yang melekat pada suku-suku di nusantara–menjadi cara mereka merekognisi keragaman suku dan budaya di tanah air.

Bukan cuma itu argumen mereka mendaku kampung mereka sebagai Kampung Nusantara. Di Kampung ini terdapat SMK Bakti Karya Parigi (BKP), sekolah kejuruan multimedia yang siswanya berasal dari berbagai penjuru nusantara, dari Aceh hingga Papua.

kampung nusantara

Selain keterampilan teknologi informasi, “anak semua bangsa” itu belajar tentang keragaman dan toleransi, secara langsung dan praktis, baik di dalam maupun di luar kelas.

Di luar kelas, anak-anak remaja itu tinggal di asrama yang terletak di tengah kampung tradisional. Dalam keseharian, sepulang sekolah, mereka hidup membaur dengan warga kampung, menjadi kawan kolaboratif dalam garapan acara-acara kampung, mulai dari hajatan, bertani, hingga gelaran peringatan kemerdekaan 17-an.

Dari Cikubang, saya menatap nusantara. Tak cuma soal keragamannya, tapi juga tentang kolaborasi, gotong-royong, dan potensi kekayaan sosialnya yang luar biasa. Pun tentang hal-hal lain yang belum selesai.

_____________________

Abah Asmul/Peneliti