Konsep Peradaban (Sebuah Pengantar)

oleh -54 views

Islam sebagai agama yang memunyai nilai-nilai universalitas, hadir menjadi agama yang penuh kasih sayang. Firman Allah dalam surat Ar-Rum ayat 22, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh pada yang demikan itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”. Selanjutnya,  dalam firman Allah dalam surat al-Hujurat ayat 13 yang maknanya, “Hai manusia, sungguh kami menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh orang yang paling mulia di antara ka­lian di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Dari ayat-ayat Quran di atas, dapat dilihat, secara fakta dan data, di Indonesia dapat ditemukan lebih dari 652 bahasa. Badan pusat statistik mencatat, di Indonesia ada 1.340 suku bangsa. Ragam bahasa, suku, budaya, akan lebih banyak lagi jika dijumlahkan dengan basaha, suku dan budaya di dunia.

Aktifitas manusia, dalam kepentingan hidupnya, yaitu menciptakan satu peradaban. Oleh karena itu peradaban merupakan hasil dari rutinitas yang dilakukan oleh manusia. Sebelum membahas lebih jauh mengenai perabadan, dapat ditemukan definisi mengenai tradisi dan kebudayaan. Budaya merupakan cara hidup yang dijalankan oleh masyarakat dan diwariskan kepada generasinya. Sedangkan tradisi merupakan aktifitas yang dilakukan terus-menerus secara berualang dengan cara yang sama dari generasi kegenerasi.

Budaya dan tradisi masyarakat diramu menjadi suatu komposisi yang utuh sehingga disebutlah peradaban. Sayid Qutub menjelaskan, peradaban adalah aktifitas yang dihasilkan oleh manusia, baik itu mengenai pandangan, ide, pengetahuan, karya-karya serta nilai-nilai kebaikan yang digunakan dalam menuntun manusia.[1]  Revolusi Industri, dapat dikelompokan dari revolusi industri 1.0, revolusi industri 2.0, revolusi industri 3.0, revolusi industri 4.0 hingga ketika makalah ini ditulis telah sampai pada revolusi industri 5.0. Kelompok revolusi Industi tersebut dapat disebut peradaban.

Membaca lebih jauh lagi, jika melihat perjalanan masyarakat pertama di dunia yang dipimpin oleh Adam, dalam buku Kisah Bapak dan Anak dalam Al-Qur’an oleh Adil Musthafa Abdul Halim, Nabi Adam AS dan Siti Hawa, beberapa sejarawan mengatakan bahwa sebelum meninggal dunia, Nabi Adam A. S.  pernah merasakan hidup bersama anak, cucu, cicit, dan seterusnya hingga berjumlah 40.000 orang. Termasuk, ditemukannya metode menguburkan jenazah yang disempurnakan dalam peradaban Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad S. A. W. yang digunakan hingga saat ini.

 

[1] Raghin As-sirjani, Sumbangan Peradaban Islam pada Duni (Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar, 2011) Hal. 5.